Pelanggan PDAM di Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, mengeluhkan tagihan bulanan yang tetap datang. Menurut warga, keran di rumah mereka kering sejak Agustus 2026.
Warga bernama Marlina mengatakan, ia membayar tagihan Rp83.700 untuk periode September 2026. Menurut dia, air terakhir keluar dari keran rumahnya pada 18 Agustus 2026.
"Ini anehnya, airnya sudah tidak mengalir tapi kita tetap bayar," kata Marlina, Rabu (7/10/2026).
Marlina menyatakan tidak mempersoalkan tagihan selama layanan berjalan normal. Saat air lancar, ia biasanya membayar Rp190 ribu hingga Rp200 ribu per bulan.
Warga mencari air dari tempat lain
Sejak aliran berhenti, Marlina mengambil air untuk mandi dan mencuci dari sebuah gudang ikan. Lokasinya sekitar 2 kilometer dari rumahnya.
Ia membawa air itu pulang dengan jeriken yang diikat di sepeda motor.
Sebagian tetangganya memilih membeli air bersih. Menurut Marlina, satu tandon dijual sekitar Rp100 ribu.
Sumber
Foto: Tribun-timur.com (sumber)
Artikel ini disusun redaksi Supet dengan bantuan AI dari sumber yang dicantumkan, lalu ditinjau sebelum tayang. Menemukan kesalahan? Kabari kami.