🚐 Beli Merch
🚐
Berita Terkini

Wali Kota Makassar Minta Polisi Abaikan Telepon Beking Pelaku Perang Kelompok

✍️ Redaksi Supet
📅 22 Oktober 2026
📍 Sulawesi Selatan
⏱️ 1 menit baca

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta aparat kepolisian tidak menggubris pihak-pihak yang menjadi beking pelaku perang kelompok. Permintaan itu disampaikan dalam rapat penanganan perang kelompok di Ruang Sipakatau, Balaikota Makassar, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Selasa (20/10/2026).

Rapat dihadiri jajaran pemerintah kecamatan dan kelurahan, TNI, serta Polri.

Munafri menyebut beking sebagai salah satu faktor yang membuat penindakan tidak menimbulkan efek jera. Menurut dia, pelaku yang sudah ditangkap lalu dibebaskan karena campur tangan pihak tertentu dapat mendorong pelaku lain mengulangi perbuatan yang sama.

“Satu yang saya minta, tolong Pak, kalau ada yang ditangkap, hiraukan telepon-telepon beking-beking yang menelepon,” kata Munafri.

Ia menyatakan penegakan hukum tidak boleh berhenti pada penangkapan. Proses hukum terhadap pelaku, kata dia, harus berjalan sesuai ketentuan tanpa tekanan dari luar. Konsistensi penindakan dinilai perlu untuk memutus kekerasan yang berulang di sejumlah wilayah Makassar.

Provokator dari luar wilayah

Munafri juga meminta aparat bertindak tegas terhadap orang luar yang datang ke suatu wilayah dan memprovokasi warga hingga memicu bentrokan. Menurut dia, provokasi semacam itu memperkeruh persoalan lokal dan menyeret warga yang semula tidak terlibat.

Ia meminta kepolisian tidak hanya berfokus pada kelompok yang terlibat langsung dalam bentrokan, tetapi juga pada pihak yang memperbesar konflik.

“Kalau orang luar yang masuk ke dalam menjadi provokasi di daerah itu, tidak ada ampun, Pak,” ujar Munafri.

Munafri turut menyatakan bahwa perang kelompok tidak dapat diselesaikan hanya dengan penindakan setelah kejadian.

Sumber

Artikel ini disusun redaksi Supet dengan bantuan AI dari sumber yang dicantumkan, lalu ditinjau sebelum tayang. Menemukan kesalahan? Kabari kami.