Makassar, supet.id — Setiap daerah di Indonesia umumnya memiliki kata umpatan yang bermakna kasar, tak terkecuali di Sulawesi Selatan. Kata-kata ini biasanya berasal dari bahasa daerah setempat dengan konotasi negatif yang bisa memicu pertengkaran jika diucapkan sembarangan.
Berikut daftar kata umpatan di Sulsel beserta artinya, dikelompokkan berdasarkan kategori:
───
🔴 Sundala & Anassundala
Sundala mulai digunakan di Sulsel sejak tahun 1991, awalnya untuk menyebut waria. Seiring waktu, kata ini bergeser menjadi umpatan kasar yang berarti perempuan jalang atau pelacur.
Anassundala adalah gabungan dari anak + sundala, dengan makna yang jauh lebih berat: anak pelacur, wanita jalang, atau anak haram. Salah satu umpatan paling berbahaya jika diucapkan kepada orang lain.
───
🔴 Suntili
Suntili adalah akronim dari sundala tiga kali. Karena dikalikan tiga, umpatan ini dianggap lebih kasar dari sundala itu sendiri.
───
🐕 Anjing, Kongkong, Asu
Ketiga kata ini memiliki makna yang sama — anjing — namun dari bahasa yang berbeda: Anjing (Indonesia), Kongkong (Makassar), Asu/Asuh (Bugis).
Dipakai untuk menyamakan seseorang dengan binatang yang liar, galak, dan menyeramkan. Kongkong dan asu masih terasa asing bagi orang luar Sulsel, tapi sama-sama bisa memicu konflik serius.
───
⛔ Combi', Telang, Sombong
Ketiganya memiliki arti yang sama: istilah untuk alat kelamin perempuan dalam bahasa Makassar. Termasuk kelompok kata paling tidak pantas, terutama jika ditujukan kepada seseorang.
Perlu diperhatikan: kata sombong di sini bukan berarti "angkuh" seperti dalam bahasa Indonesia — artinya jauh lebih kasar dari itu.
───
⛔ Telaso
Berasal dari tai (kotoran) + laso/lacu (alat kelamin laki-laki). Secara harfiah berarti kotoran penis. Dipakai di Makassar, Palu, dan Kendari. Maknanya bisa diartikan sebagai keburukan dari hal yang paling buruk — dan termasuk umpatan paling kasar di Sulsel.
───
⚠️ Kabulamma & Kabulampe
Dua kata ini berasal dari bahasa Makassar dan berarti kurang ajar. Sering diucapkan sebagai sumpah serapah saat mengalami kesialan, bukan selalu ditujukan ke orang lain — tapi tetap tidak pantas diucapkan sembarangan.
───
Jadi, janganki bicara sembarangan — apalagi kalau baru diajar teman dari luar Sulawesi yang tidak tahu beratnya makna kata-kata ini.
Sumber: DetikSulsel; Supet.id
Lihat versi carousel di Instagram
Konten ini pertama kali tayang di @supet.id — follow untuk konten lokal Makassar setiap minggu.
Lihat di Instagram →