🚐 Beli Merch
🚐
Berita Terkini

TPA Antang Mulai Dihijaukan: 285 Pohon Ditanam, Target Jadi Hutan Kota

✍️ Redaksi Supet
📅 6 Oktober 2026
📍 Sulawesi Selatan
⏱️ 2 menit baca
Foto: BERANDASULSEL.com (sumber)

Bagi banyak warga, TPA Tamangapa di Antang identik dengan satu hal: bau. Sekarang Pemkot Makassar mencoba mengubah cerita itu lewat pohon, seperti dilaporkan BERANDASULSEL.com.

Apa yang dimulai

Senin (5/10/2026), Pemkot Makassar menanam 285 bibit pohon di TPA Antang bersama Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan. Jenisnya antara lain tabebuya, trembesi, dan berbagai tanaman buah.

Kawasan seluas 21 hektare ini disebut sedang beralih dari sistem open dumping ke sanitary landfill. Penanaman itu menjadi penanda peralihannya.

Dari timbunan jadi bukit hijau

Urutannya begini: sampah dipadatkan, ditutup lapisan tanah, lalu ditanami. Bagi Wali Kota Munafri Arifuddin (Appi), TPA semestinya punya fungsi lebih. Ia ingin kawasan ini ikut memulihkan ekosistem Antang dan memberi manfaat ekologis bagi warga sekitar.

“TPA ini dalam masa transformasi besar-besaran.”

Appi juga meminta Dinas Lingkungan Hidup membudidayakan kembali tanaman lokal Sulsel yang mulai langka, seperti copeng, sattulu, bu’ne, dan kersen.

Soal bau dan sampah organik

Menurut Pemkot, penutupan dengan cover soil sudah meredam aroma tak sedap yang selama ini dikeluhkan warga sekitar. Sumber tidak memuat data pengukuran, jadi penilaian paling jujur tetap datang dari warga yang tinggal di sana.

Ada juga langkah ekonomi sirkular. Sekitar 30–40 ton sampah organik pasar per hari diolah menjadi pakan ternak bagi masyarakat lokal. Pemkot menyebut cara ini mengurangi volume sampah yang masuk dan menekan biaya operasional peternak di sekitar TPA.

Yang masih perlu dicermati

  • Skala. Yang ditanam baru 285 bibit, sedangkan Wali Kota bicara soal ribuan pohon. Sumber tidak merinci jumlah dan jadwal penanaman berikutnya.
  • Waktu. Appi optimistis kawasan ini berwajah baru dalam tiga sampai empat tahun.
  • Data. Sumber tidak memuat angka soal bau maupun kualitas lingkungan di sekitar Antang. Dampaknya bagi warga baru bisa dinilai seiring waktu.

Peran warga

Hutan kota tidak akan banyak berarti kalau sampah dari rumah tetap datang tercampur. Appi menyebut edukasi pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga sebagai bagian dari rencana ini, bersama teknologi pengelolaan terpadu.

Jadi kerjanya dua arah. Pemerintah menata di hilir, warga memilah di hulu.

Sumber

Foto: BERANDASULSEL.com (sumber)

Artikel ini disusun redaksi Supet dengan bantuan AI dari sumber yang dicantumkan, lalu ditinjau sebelum tayang. Menemukan kesalahan? Kabari kami.