🚐 Beli Merch
🚐
#MakassarMerantau

Takdir Tak Pernah Salah: 21 Tahun Fitrih Latera Merantau di London

✍️ Redaksi Supet
📅 18 Oktober 2025
⏱️ 3 menit baca
Foto: @makassarmerantau

Dari PKL di London jadi awal kisah panjang perantauan yang tak pernah direncanakan. Dua puluh satu tahun kemudian, Fitrih Latera masih berdiri kuat sebagai ibu, istri, dan pekerja di negeri orang. Kadang hal yang tak direncanakan justru membawa kita ke tempat terbaik dalam hidup.

Fitrih Latera sudah 21 tahun merantau di London, Inggris.

Pergi bukan untuk merantau...

Semua bermula saat saya menginjakkan kaki di London untuk menjalani program Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari sekolah saya, SMK Negeri 8 Makassar. Pada saat itu saya sama sekali tidak punya niat untuk merantau meninggalkan Indonesia, namun...

Takdir yang tak pernah salah

Tadinya saya memang tak punya niat untuk merantau, tapi siapa sangka, justru kesempatan PKL itulah yang menjadi langkah pertama saya untuk menjalani kehidupan perantauan bersama suami dan anak-anak saya saat ini.

Hidupku sekarang...

Saat ini saya adalah seorang istri dan ibu yang sekaligus merangkul 2 pekerjaan part time, yakni sebagai Supervisor di Costa Big Chain Coffee Store in UK, dan sebagai Manager di Triple Hot Spicy di London, sebuah restoran keluarga Indonesia.

Tak seperti yang terlihat...

Layaknya setiap perantau, terlebih di luar tanah air, saya pun melewati banyak kejadian yang lumayan menguji diri saya.

Saat awal-awal memulai perantauan, izin tinggal saya di London habis, yang mana saat itu saya menjadi penduduk illegal yang bisa saja ditangkap kepolisian. Akhirnya saya hidup dalam ketakutan tanpa arah.

Tapi, saya sangat bersyukur ketika saya bejuang mencari tempat tinggal dan pekerjaan, saya selalu dipertemukan dengan orang baik yang membantu saya, hingga saya bisa memiliki izin tinggal kembali.

Alhamdulillah, Allah maha baik!

Tantangan menjadi kekuatan

Tak berhenti di situ, tantangan lain yang tersimpan baik dalam memori ketika saya hamil hingga mengurus anak seorang diri tanpa bantuan keluarga. Saya pikir, itu menjadi pengalaman yang membuat saya belajar banyak tentang arti "merantau".

Saya menjadi paham bahwa di perantauan saya harus menyesuaikan diri bagaimanapun caranya, terutama pandangan saya terhadap Social Life yang harus lebih mandiri tanpa bantuan dan campur tangan siapa pun, terutama keluarga saya yang masih berada di tanah air.

Ngomongin Makassar...

Pastinya saya merindukan keluarga saya terutama kedua orang tua, dan makanannya seperti Putu dan Ikan Bakar Laut khasnya Makassar.

Walaupun rindu tak terbendung, alhamdullilah saya masih bisa pulang setiap 2 tahun sekali, dan bisa berkomunikasi lewat WhatsApp.

Rindu = Pulang?

Arti pulang bagi saya itu besar sekali, karena itulah saat dan tempat untuk saya beristirahat sejenak bersama kedua orang tua dan keluarga, hingga bisa menghabiskan waktu bersama mereka. Begitu berharga!

Tapi jika ditanya apakah saya akan pulang ke Makassar, untuk saat ini saya masih akan menetap di London bersama suami, anak, dan pekerjaan saya di sini.

Tapi, jika suatu saat saya bisa pulang dan kembali ke Makassar, saya pikir saya akan fokus untuk berkembang dan mewujudkan mimpi saya di bidang perhotelan karena saya pribadi suka bertemu orang-orang baru, ngobrol, dan bertukar pikiran dan cerita.

Pesan saya untuk kamu yang akan merantau

Pergilah sejauh mungkin bahkan jika tempat itu adalah "perantauan". It's a journey and an experience in life you can take to shape yourself as a person!

Makassar telah memberiku nilai dan budaya hidup berharga yang bisa selalu saya terapkan di manapun.

Dari awal saya lahir, menjalani masa muda yang indah dan menyenangkan, hingga saya hidup di perantauan, takdir selalu indah dan tak pernah salah.

Terima kasih, Makassar!

Pertama tayang sebagai carousel di Instagram @makassarmerantau. Teks dirapikan untuk web dengan bantuan AI dan ditinjau sebelum tayang.

📸

Lihat versi carousel di Instagram

Konten ini pertama kali tayang di @makassarmerantau — follow untuk konten lokal Makassar setiap minggu.

Lihat di Instagram →