🚐 Beli Merch
🚐
Lokal Vibes

Sumiati, Hantu Perempuan Berbaju Putih dan Merah dalam Cerita Warga Makassar

✍️ Redaksi Supet
📅 23 Oktober 2026
📍 Sulawesi Selatan
⏱️ 2 menit baca

Dalam cerita malam warga Makassar, warna baju bisa menentukan banyak hal. Kalau yang terlihat adalah Sumiati, putih berarti aman. Merah berarti sebaiknya waspada.

Sumiati adalah hantu perempuan yang jadi legenda urban di Makassar dan Sulawesi Selatan (Sulsel). Dalam sebagian cerita, sasarannya jelas: tukang becak dan sopir angkot, terutama yang memakai baju merah.

Kisahnya tidak punya satu bentuk baku. Ia diceritakan dari mulut ke mulut dengan beberapa versi, dan sebagian orang masih membicarakannya sampai sekarang.

Putih tanda aman, merah tanda bahaya

Warga setempat punya cara sendiri membaca penampakan Sumiati. Ketika ia tampil berbaju putih, ia dianggap tidak berbahaya. Ia hanya ingin menunjukkan kehadirannya.

Lain cerita bila bajunya merah. Sosok itu dipercaya sedang mengincar korban berikutnya, dan siapa pun yang melihatnya konon akan tertimpa sial.

Kepercayaan ini melahirkan larangan bepergian pada malam hari, terutama bagi anak-anak dan perempuan.

Kenapa tukang becak dan sopir angkot?

Dalam salah satu versi, Sumiati diserang sekelompok pemuda ketika berjalan sendirian pada malam hari. Ia tewas dan dikuburkan seadanya.

Para pelaku disebut bekerja sebagai tukang becak dan sopir angkot, dan salah satunya memakai baju merah. Dari situlah arwahnya dipercaya terus mengincar pria dengan pekerjaan serupa.

Satu nama, banyak cerita

Versi lain menggambarkan Sumiati sebagai gadis penurut yang dijodohkan dengan seorang pelaut. Pesta pernikahan adat Bugis Makassar digelar meriah, dan ia berjanji setia pada suaminya.

Tiga hari setelah pesta, ia menjadi korban kekerasan empat pemuda. Ia lalu mengakhiri hidupnya demi menjaga harga diri. Dalam versi ini, arwahnya kembali untuk membalas dendam pada para pelaku.

Soal kapan legenda ini ramai, jawabannya juga beragam. Ada yang menyebut hantu Sumiati menggegerkan Makassar pada 1960–1970-an, saat kota ini masih bernama Ujung Pandang, dan masih banyak dibicarakan hingga 1980-an. Sumber lain menyebut legenda ini populer sejak 1990-an. Antara menulis bahwa kisahnya sudah ada sejak masa penjajahan Belanda dan Jepang, dengan alur yang berubah dari masa ke masa.

Hal-hal yang jarang disadari tentang Sumiati

  • Hantu lokal biasanya terikat pada satu tempat. Sumiati disebut muncul di banyak lokasi berbeda.
  • Penampakannya umumnya pada malam hari, dalam sosok perempuan berpakaian sederhana.
  • Tidak ada bukti empiris tentang keberadaannya. Legenda ini bertahan lewat tuturan warga.
  • Legenda ini dijadikan tema wahana wisata horor, seperti Rumah Hantu Sumiati di Sulawesi Selatan.
  • Dalam beberapa tahun terakhir, ceritanya makin banyak dibahas di berbagai platform digital.

Jadi, lain kali kamu mendengar cerita tentang perempuan berbaju putih atau merah di jalanan malam Makassar, kamu tahu siapa yang dimaksud. Warnanya punya arti, dan ceritanya memang tidak pernah satu.

Sumber

Artikel ini disusun redaksi Supet dengan bantuan AI dari sumber yang dicantumkan, lalu ditinjau sebelum tayang. Menemukan kesalahan? Kabari kami.