“Bagi saya, Makassar itu tempat tinggal yang ideal.”
Imam Abdullah, seorang Service Engineer asal Jakarta, sudah terlanjur nyaman di kota Makassar. Yang awalnya hanya bolak-balik Jakarta-Makassar, akhirnya menetap di Makassar sejak tahun 2018 dan menemukan kenyamanan dari banyaknya hal unik yang sayang jika dilewatkan. Utamanya makanan dan destinasi wisata, tapi yang paling berkesan adalah orang-orangnya yang berasal dari berbagai daerah.
Pindah karena tanggung jawab
“Menginjakkan kaki pertama kali di kota Makassar itu pada bulan Juli 2017, tapi masih sering bolak-balik Jakarta-Makassar karena tugas tertentu. Namun, pada tahun 2018 saya akhirnya memutuskan pindah untuk menetap di Makassar. Keputusan ini didasarkan pada tanggung jawab pekerjaan saya yang lebih banyak menangani wilayah Indonesia Timur. Makassar sendiri merupakan kota strategis, pintu gerbang menuju Indonesia Timur, sehingga menjadi lokasi yang ideal untuk pekerjaan saya.”
Banyak yang unik di Makassar
“Awal pindah ke Makassar, saya mengalami culture shock karena terasa sekali perbedaannya dari Jakarta, terutama dari segi fasilitas perbelanjaan dan tempat nongkrong yang waktu itu memang masih belum sebanyak yang ada di ibukota. Tapi sekarang seiring berjalannya waktu, di Makassar sudah mulai banyak lah pilihan tempat nongkrong dan fasilitas belanja yang unik untuk dicoba.
Selain itu, saya juga suka dengan keunikan wisata alam di sini, dan salah satu favorit saya adalah Pulau Samalona. Jaraknya dari Makassar hanya sekitar 15 menit, makanya dulu hampir setiap minggu saya menyempatkan diri ke sana untuk snorkeling, berjemur, atau sekadar menikmati sunset yang luar biasa indah.”
Ji’ – Mi’ – Ki’
“Yang unik juga dan cukup menantang untuk saya itu logat dan imbuhan katanya orang Makassar. Sudah 7 tahun saya tinggal di sini, tapi saya masih sering tertukar dalam penggunaan kata “ji’,” “mi’,” dan “ki’” karena memang penggunaannya sangat kontekstual. Kadang saya merasa sudah menggunakan dengan benar, tetapi ternyata tetap salah di mata orang lokal.”
“Tapi dari semua hal unik yang sudah saya explore di Makassar, makanan dan orang-orangnya yang paling saya sukai. Makassar punya banyak kuliner khas yang rasanya luar biasa, seperti Coto, Konro, Pallubasa, dan masih banyak lagi. Selain itu, kota ini juga sangat beragam dalam hal budaya karena memang banyak orang dari berbagai daerah yang merantau ke sini selain saya, jadi saya bisa bertemu dan berteman dengan orang-orang dari berbagai latar belakang.”
Meskipun butuh waktu, Makassar berhasil bikin saya nyaman
“Selain karena masih ada tuntutan pekerjaan, pada akhirnya saya merasa kalau Makassar adalah tempat tinggal yang ideal untuk saya.”
Meski berawal dari tuntutan dan tanggung jawab pekerjaan, Makassar memberi Imam kesempatan dan ruang untuk belajar beradaptasi di tempat baru, yang pada akhirnya berhasil meyakinkan dirinya bahwa Makassar adalah tempat tinggal yang ideal dan nyaman.
Pertama tayang di Instagram @kenapa.makassar. Teks dirapikan untuk web dengan bantuan AI dan ditinjau sebelum tayang.
Lihat versi carousel di Instagram
Konten ini pertama kali tayang di @kenapa.makassar — follow untuk konten lokal Makassar setiap minggu.
Lihat di Instagram →