🚐 Beli Merch
🚐
#CinikiMakassar

Sejarah di Balik Pahlawan Pangeran Diponegoro yang Dimakamkan di Makassar

✍️ Redaksi Supet
📅 26 September 2026
⏱️ 2 menit baca
Foto: @supet.id

Ada banyak tempat di Makassar yang kita lewati atau dengar namanya, tapi belum tentu kita tahu cerita di baliknya. Salah satunya adalah kompleks makam Pangeran Diponegoro.

Semua orang tahu kalau Pangeran Diponegoro merupakan pahlawan nasional di Indonesia yang berasal dari Yogyakarta. Namun, tidak semua orang tahu kalau makam Pangeran Diponegoro justru berada jauh di Makassar.

Nah, ternyata Pangeran Diponegoro menghabiskan sisa hidupnya sebagai "orang buangan". Setelah ditangkap oleh Belanda pasca Perang Jawa yang melelahkan pada tahun 1830, beliau beserta istri, anak, dan para pengikut setianya diasingkan ke Manado, Sulawesi Utara, sebelum akhirnya dipindahkan ke Makassar, Sulawesi Selatan pada tahun 1834.

Dikutip dari IDN Times, sosok yang lahir dengan nama Bendara Raden Mas Antawirya ini menghabiskan 21 tahun sisa hidupnya di dalam penjara Benteng Fort Rotterdam. Beliau wafat pada 8 Januari 1855 di usia 69 tahun, dan disusul oleh sang istri tercinta RA Ratu Ratna Ningsih, pada tahun 1865.

Kompleks Makam Pangeran Diponegoro terletak sangat dekat dari tempat penahanannya dulu di Benteng Fort Rotterdam, berjarak sekitar 2 km. Tepatnya berada di Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Melayu, Kecamatan Wajo, Makassar.

Akulturasi darah "Jawa - Makassar"

Ada sekitar 60 pusara di kompleks pemakaman Pangeran Diponegoro. Selain makam utama sang Pangeran dan istrinya, pemakaman tersebut juga menjadi tempat peristirahatan terakhir anak, cucu, cicit, hingga pengawal setianya salah satunya Tumenggung Dipasana.

Saat masa pengasingan di Makassar, anak-anak Pangeran Diponegoro saling mempersunting dan dipersunting oleh para bangsawan lokal dari berbagai kerajaan di Sulawesi Selatan, mulai dari Gowa, Bone, hingga Soppeng. Hal inilah yang membuat keturunan beliau melebur, berdarah blasteran, dan beranak pinak di Sulawesi Selatan.

Jadi begitu sejarah di balik keberadaan Makam Pangeran Diponegoro yang berdiri tenang di tengah ramainya Kota Makassar.

Hingga saat ini, kompleks makam tersebut dirawat langsung oleh generasi keturunan kelima beliau. Kompleks ini bukan sekadar destinasi wisata religi, melainkan sebuah simbol dan warisan sejarah yang memperlihatkan bagaimana sebuah perjuangan bangsa meleburkan dua budaya, Jawa dan Makassar dalam sebuah ikatan persaudaraan yang abadi.

Apa lagi yang menarik untuk kita kulik sejarahnya?

Pertama tayang di Instagram @ciniki.makassar. Teks dirapikan untuk web dengan bantuan AI dan ditinjau sebelum tayang.

📸

Lihat versi carousel di Instagram

Konten ini pertama kali tayang di @ciniki.makassar — follow untuk konten lokal Makassar setiap minggu.

Lihat di Instagram →