Sabrina Athika sudah 15 tahun merantau keluar Makassar, tapi jokes dan makanan Makassar masih jadi hal yang paling ia rindukan. Raganya merantau, tapi tidak dengan selera humornya.
Berawal dari Keinginan Merantau
"Dari kecil sebenarnya saya sudah mau sekali merantau. Tapi waktu itu tidak pernah dibolehkan sama orang tua, apalagi Papa. Setelah lulus sekolah, saya sempat pergi ke Australia selama setahun."
"Pas kembali ke Makassar, saya malah tidak menemukan universitas yang cocok. Dari situ akhirnya saya memutuskan untuk pindah ke Jakarta."
Sejak memutuskan merantau, Sabrina menjalani berbagai pengalaman di luar kota, mulai dari membangun karier sebagai content creator dan aktor hingga bekerja sebagai branding consultant.
"I am a Content Creator & an Actor, dan sudah membuat konten sejak 2016. Saya juga bekerja sebagai Branding Consultant."
"Saya lebih suka bekerja secara remote. Jadi, sehari-hari biasanya online meeting dan membuat konten sesuai jadwal. Kalau sedang tidak sibuk dengan semua itu, biasanya bisa ditemukan di gym atau beach. I love spending my days in nature."
Jadi Orang Makassar di Kota Orang
"Buat saya, salah satu tantangan sebagai perantau adalah perbedaan culture. Orang Makassar itu terkenal agak "batu", begitu pun saya dengan gengsi yang cukup tinggi. Tapi ternyata karakter seperti itu tidak bisa dibawa ke sembarang tempat apalagi kalau mau diterapkan di dunia kerja."
"Karena se-kesal apa pun sama co-worker atau client, saya belajar untuk tidak memasukkannya ke hati. Tetap senyum dan menjalankan pekerjaan seperti biasa."
"Di sisi lain, tinggal di perantauan juga menyenangkan. Apalagi Jakarta is wild. Kejar 5 meeting dalam sehari, macet-macetan, casting kesana kemari. I actually enjoy the stress!"
"Selama dan sejauh itu ki' merantau... apa yang dirindukan dari Makassar?"
"Makanan dan jokesnya orang Makassar. Saya punya banyak sekali sahabat yang seperti saudara sendiri karena sudah berteman lama."
"Nah, kalau dengar jokes dari mereka itu saya bisa ketawa sampai tidak tahu berhenti. Sejauh ini saya merantau tapi selera humor masih Makassar sekali."
"Belum lagi makanannya. Rindu masakan rumah, pallumara, lawa-lawa, mie kering amoy, dan tentu saja kopi ujung yang selalu jadi langganan. Oh iya, ikan juga. Tidak ada yang bisa kalahkan enaknya ikan di Makassar."
Merantau Bukan Berarti Hilang Koneksi
"Untungnya sekarang sudah tidak susah untuk tetap dekat dengan orang-orang tersayang. Group chat, DM, semua teknologi saya gunakan to stay in touch dengan keluarga dan teman-teman. Kalau mereka datang ke Bali atau Jakarta, saya berusaha tetap menjalin silaturahmi."
"Kalau ada alasan untuk mudik, ya pasti mudik. Apalagi lebaran di Makassar itu hangat, heboh, dan menyenangkan."
Rindunya mi aku...
Pulang Itu Perasaan
"Setelah bertahun-tahun merantau, saya menyadari bahwa pulang itu bukan sekadar kembali ke suatu tempat. Pulang adalah perasaan hangat, ketika bisa kembali berkumpul dengan orang yang kita sayangi."
Kalau Suatu Hari Harus Pulang...
"Sejauh ini sih belum ada keinginan untuk pulang ke Makassar. But hei, we never know."
"Saya cinta Makassar to the core dan seluruh keluarga saya juga di sana. Maybe someday saya akan tua bersama suami di Makassar??"
"Namun, jika waktunya sudah tiba untuk pulang, hal pertama yang akan saya lakukan adalah reconnect. Main ke pantai sama teman, makan-makan sama keluarga, dan bermain sama ponakan."
Untuk Teman-Teman di Makassar yang Ingin Merantau
"Kuatkan niat ta' dek... Jangan ki lupa dengan tujuan ta'"
"Karena selama di perantauan, kita akan bertemu banyak sekali orang, pengalaman, dan situasi baru yang bahkan sebelumnya tidak pernah kita bayangkan."
Melihat Kehidupan dari Perantauan
"Sejak merantau, saya semakin percaya bahwa manusia tidak boleh berhenti untuk belajar. Pola pikir menjadi modal utama untuk mengasah kemampuan beradaptasi dengan berbagai macam "warna-warni" kehidupan di luar sana. Selain belajar memahami orang lain kita juga kembali belajar mengenal diri sendiri."
"Jadi buat saya, yang terpenting adalah belajar, introspeksi, bawa nama baik, dan jangan takut mencoba hal baru."
Sebab, sejauh apa pun kita merantau, selalu ada hal dari rumah yang ingin kita temui lagi ✨
Pertama tayang di Instagram @makassarmerantau. Teks dirapikan untuk web dengan bantuan AI dan ditinjau sebelum tayang.
Lihat versi carousel di Instagram
Konten ini pertama kali tayang di @makassarmerantau — follow untuk konten lokal Makassar setiap minggu.
Lihat di Instagram →