🚐 Beli Merch
🚐
Berita Terkini

Petani Bawang di Enrekang Berhenti Tanam akibat Kekeringan, Bantuan Pompa Belum Ada

✍️ Redaksi Supet
📅 9 Oktober 2026
📍 Sulawesi Selatan
⏱️ 2 menit baca

Petani bawang merah di Sudu, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel), berhenti menanam selama kemarau karena kekeringan. Mereka menyebut bantuan air dan pompanisasi dari pemerintah belum pernah diterima.

Seorang petani berinisial TT (64) mengatakan sungai yang menjadi sumber air kini kering. "Air untuk diminum saja tidak ada, sungai juga kering. Makanya sekarang ini kita tidak menanam," ujarnya kepada detikSulsel, Kamis (8/10/2026).

Produksi turun sejak Juli

TT menggarap lahan 7 hektare. Dalam kondisi normal, lahan itu menghasilkan sekitar 7 ton bawang. Setelah kekeringan mulai melanda pada awal Juli 2026, hasilnya turun menjadi sekitar 3 ton.

Dalam keterangan lain, TT menyebut hasil panen dua bulan lalu hanya sekitar seperempat dari biasanya. Ia mengaku sudah tiga bulan tidak menanam.

Menurut TT, penurunan produksi terjadi merata di Kecamatan Alla. Saat ini, katanya, hampir tidak ada petani di sana yang menanam. Ia tidak mengetahui apakah wilayah lain sudah menerima bantuan.

Tanggapan dinas

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Enrekang, Ikbar Ashadi, membenarkan belum ada bantuan untuk petani bawang. Ia menjelaskan, pompanisasi selama ini diarahkan ke sentra padi.

"Belum ada bantuan pompa ke sentra bawang karena memang tidak ada air yang mau dipompa. Rata-rata penggunaan air untuk komoditas bawang dari sungai, sungai sekarang mengering."

Ikbar menyebut bantuan pompa sebenarnya sudah ada pada 2025, tetapi jumlahnya sedikit dan difokuskan di wilayah sentra padi.

Dinas kini mengajukan tambahan bantuan pompanisasi khusus bawang merah untuk periode 2026 hingga 2027. Bantuan itu dijadwalkan tersalur pada Oktober 2026 secara bertahap kepada kelompok tani bawang merah. Data calon penerima, kata Ikbar, sudah dicatat dinas.

Ikbar mengatakan dinas tidak menyarankan petani berhenti menanam. Pihaknya mendorong penanaman pada Oktober sampai Desember, dengan merujuk prediksi BMKG bahwa hujan turun pada November. Menurut dia, sebagian petani di sentra bawang merah sudah mulai mengolah lahan.

Sumber

Artikel ini disusun redaksi Supet dengan bantuan AI dari sumber yang dicantumkan, lalu ditinjau sebelum tayang. Menemukan kesalahan? Kabari kami.