🚐 Beli Merch
🚐
#MakassarMerantau

Munir: Keberanian dan Tekad yang Membawa Hidup Lebih Baik

✍️ Redaksi Supet
📅 4 Desember 2025
⏱️ 4 menit baca
Foto: @makassarmerantau

Munir adalah perantau asal Makassar yang sudah 24 tahun merantau di London, Inggris. Ia berangkat dengan satu tujuan sederhana tapi besar, yaitu membuktikan bahwa anak Makassar bisa bersaing di luar negeri dengan modal kejujuran dan kerja keras.

Langkah Pertama: Tekad untuk Membuktikan Kerja Keras!

"Saya datang ke London setelah lulus dari SMK Negeri 8 Makassar, sekitar tahun 2001 waktu itu, dengan tujuan untuk mengambil kesempatan dan membuktikan bahwa kita pun bisa bersaing dengan kejujuran dan kerja keras."

Tiba di London

"Di sini, orang-orangnya pada welcome. Walaupun kita adalah pendatang, persaingan berjalan dengan baik dan sehat selama kita bisa bekerja dengan giat.

Saya ingat waktu masih awal-awal saya bekerja, semuanya butuh pembuktian tentang seberapa jauh kita menginginkan pekerjaan ini. Tak perlu meminta-minta untuk mendapatkan promosi atau kenaikan gaji karena atasan kita bisa melihat dengan sendiri bagaimana setiap bawahan mereka bekerja. Meskipun harus bersaing dengan orang-orang Eropa, atasan bisa menilai dan memberikan promosi dengan sendirinya, asalkan kita memang mampu melakukan pekerjaan itu sesuai dengan kemampuan."

Mulai dari Nol

"Saat ini saya berprofesi sebagai seorang Head Chef di salah satu Gastro Pub, perusahaan yang memiliki banyak cabang di UK.

Tapi, di mana saya berdiri hari ini, ada seorang Munir yang dulu memulainya dengan modal keberanian dan keteguhan.

Dulu dari sekolah saya, 7 orang termasuk saya dikirim ke UK sebagai peserta magang di hotel sebagai uji coba dan diberi izin tinggal selama 3 bulan. Apabila semua berjalan sesuai dengan rencana, uji coba ini akan diperpanjang menjadi 2 tahun dan setiap 2 tahun digantikan oleh pelajar yang baru.

Coba bayangkan, hotel yang memiliki lebih dari 600 karyawan tersebut mengalokasikan sebanyak 120 orang khusus hanya untuk bagian dapur saja, dan saat itu posisi kami adalah pekerja paling bawah, jadi tentu saja persaingan sangatlah ketat di antara kami. Semua orang menginginkan kenaikan jabatan dan gaji yang bagus pula.

Singkat cerita, berkat kerja keras dan kedisiplinan saya yang tinggi, saya diberi kenaikan gaji dan dipromosi untuk kenaikan pangkat sebanyak 3 kali di antara keenam teman saya yang masih tetap di posisi yang sama. Dalam perjalanan ini juga, saya pernah terpilih sebagai karyawan teladan atau Employee of The Month.

Berkat kesempatan ini juga ada dampak positif bagi Kota Makassar, di mana yang awalnya hanya 1 hotel yang bekerja sama untuk mengambil pelajar untuk program magang, kini ada lebih dari 10 hotel dari Inggris yang mengambil pelajar dari sekolah saya dulu di Makassar untuk mengikuti program magang yang saya tempuh juga sebelumnya."

Pengalaman adalah Pelajaran Terbaik

"Merantau dan setiap pengalaman yang telah saya jalani di negeri Inggris ini mengajarkan saya banyak hal, termasuk memberi pandangan baru, serta pola pikir dan pola kerja baru.

Contoh sederhananya, di Indonesia pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 10–15 orang, di sini hanya dikerjakan oleh 4–5 orang. Bukan cuma itu, dari cara kerja juga berbeda, di sini semua serba cepat tapi tidak mengurangi kualitas.

Dan yang lebih hebatnya lagi, semua orang-orang di sini suka mendidik dengan tulus dan memberikan contoh yang baik kepada junior-juniornya."

Tentang Rindu dan Pulang

Bagi Munir, Makassar tetaplah rumah. Rindu itu tumbuh dari makanan, orang-orang, dan memori yang tidak tergantikan.

"Tentu saja merantau juga mengajarkan bagaimana arti 'Rindu' dan 'Pulang' sesungguhnya. Tapi justru, tekad dan salah satu tujuan utama bagi kita perantau ialah meringankan beban orang tua, jadi harus bisa mencukupi semua kebutuhan, meskipun di sini serba mahal, jadi harus pintar-pintar mengatur segalanya, dan itu pun yang menjadi motivasi utama saya untuk bisa bersaing dengan banyaknya pekerja di sini.

Dengan berada jauh dari orang tua dan keluarga, menjadi tantangan yang paling saya rasakan selama merantau ini. Waktu awal tahun 2000-an, saya harus menelepon nomor tetangga untuk bisa berkomunikasi dengan orang tua. Untungnya sekarang, semua sudah serba digital jadi bisa terhubung dengan lebih mudah.

Kalau bahas Makassar, ya pasti seperti pada umumnya, rindu dengan makanan yang kaya rasa seperti Coto dan Terang Bulan. Saya rindu ketika saya dengan mudah mencari makanan yang saya mau dan sesuai dengan selera karena serba ada, tanpa harus bingung mencarinya di mana...

Jika ditanya apakah saya ingin pulang dan kembali ke Makassar, saya dan istri sudah sepakat merencanakan ketika anak-anak sudah lulus dan sudah bekerja, Insya Allah kami ingin pulang dan menetap kembali di Indonesia untuk menikmati masa-masa tua bersama. Tidak lagi untuk bekerja tapi hidup sepenuhnya. Meski demikian, keputusan ini pun sulit untuk kami ambil.

Kalau saya sudah pulang, saya juga berencana untuk mengelilingi Indonesia untuk berwisata kuliner."

Yang Terbaik untuk Makassar

"Saya kira budaya dan karakter orang Makassar akan berbicara dengan sendirinya. Orang Makassar itu sangat bersahabat, suka membantu, dan pekerja keras, jadi saya rasa Makassar sudah punya bahan paling dasar untuk membangun kota yang lebih baik, apalagi kuliner.

Kalau sekarang di tempat kerja itu saya sering memperkenalkan makanan Makassar agar dikenal oleh dunia dan juga ke teman-teman sesama perantau."

Untuk Kamu yang Ingin Merantau...

"Gunakan kesempatan sebaik mungkin, ambil risiko untuk bisa maju dan lebih baik. Jangan selalu terpaku dan berfikir tentang uang sebagai tujuan utama, tetapi banyaklah belajar dan ambil ilmu sebanyak-banyaknya di tanah perantauan yang ingin kamu tuju.

Kalau sudah pintar dan berpengalaman, rezeki itu pasti akan datang dengan sendirinya."

Di mana pun kita berada, selalu rendah hati dan jangan sombong.

Ingatlah dari mana kita berasal, karena yang pasti orang Makassar punya budaya yang baik untuk dibawa, ke mana pun itu...

— Munir, sudah 24 tahun merantau di London, Inggris.

Makassar selalu punya tempat pulang.

Pertama tayang sebagai carousel di Instagram @makassarmerantau. Teks dirapikan untuk web dengan bantuan AI dan ditinjau sebelum tayang.

📸

Lihat versi carousel di Instagram

Konten ini pertama kali tayang di @makassarmerantau — follow untuk konten lokal Makassar setiap minggu.

Lihat di Instagram →