🚐 Beli Merch
🚐
#MakassarMerantau

Lebih Tinggi dari Mimpi yang Kubayangkan — Khairunnisa

✍️ Tim Supet
📅 26 Mei 2025
📍 Kuala Lumpur
⏱️ 4 menit baca

Ini cerita @ohmynisa§, yang memulai mimpinya dengan merantau di negeri tetangga sejak 17 tahun yang lalu, hingga akhirnya menemukan hidup sejatinya dan menetap di sana.

Ada begitu banyak peristiwa berkesan yang memberi makna dan pelajaran hidup bagi Nisa di saat merantau. Ia menghadapi jatuh-bangun, tapi melalui semuanya, ia menemukan sudut pandang, tujuan dan nilai yang baru, bahkan ia pun menemukan cinta sejatinya.

Meskipun perasaan rindu akan tanah air dan kota daeng tercinta tak terbendung, secara khusus keluarga dan kuliner khas Makassar, ia kini tak lagi merasa tersesat karena ia sudah menemukan arti pulang sesungguhnya, yakni di mana suami dan anak-anaknya berada.

Nisa berpesan kepada teman-teman perantau agar menghargai kesempatan merantau sebagai kesempatan untuk berkembang, bahkan jika prosesnya penuh dengan tantangan. Ia juga berpesan agar bijak dalam berelasi dan memilih lingkungan dimana kita semua berada...

Mengambil Langkah Besar untuk Pendidikanku...

Setelah lulus SMA, saya langsung melanjutkan kuliah ke Malaysia, tepatnya di Kuala Lumpur. Jadi memang jalur pendidikan yang saya tempuh membawa saya terbang jauh, keluar dari negeri saya dilahirkan. Meskipun niat awalnya sederhana, hanya untuk belajar dan berkembang, namun...

Takdir Berkata Lain...

Awalnya, saya berpikir untuk kembali ke Indonesia setelah selesai studi, kembali dekat dengan keluarga dan tinggal di tanah sendiri sampai nanti. Tapi ternyata, Allah punya rencana lain...

Seorang pria Malaysia berhati baik datang melamar, dan ketika saya bilang "iya", di saat itu juga saya menyadari bahwa saya tidak lagi menyandang status perantau, tapi tinggal di tempat ini sampai akhir hidup saya...

Lantas, Bagaimana Hidup Saya Sekarang?

Saat ini saya menjadi seorang Singapore Math Educator di pusat bimbingan belajar milik saya sendiri. Tapi, aktivitas utama yang menggambarkan hidup saya sekarang adalah sebagai seorang istri dan ibu untuk tiga orang anak yang sangat melekat di hati saya.

Alhamdulillah, a happy mummy!

Bernostalgia tentang Makassar, Saya...

Tentunya merindukan banyak hal dari kota tempat saya bertumbuh, yakni makanan terkhuus Kapurung, Ikan Bakar Paotere, Nyuknyang Tusuk, Sop Saudara, Coto, dan masih banyak lagi!

Selain itu saya juga merindukan keluarga, khususnya Om dan Tante saya yang jauh di sana. Meskipun kita kerinduan saya bisa terobati dengan teknologi yang luar biasa canggih seperti sekarang bisa video call di WhatsApp. Ya meskipun dulu tidak secanggih sekarang, hanya ada BBM, Skype atau YM, tapi selidaknya semua teknologi ini memperpendek jarak.

Di Balik Semuanya, Saya Memetik Pelajaran yang Begitu Berharga...

Sebagai putri sulung, ada tekanan pada pilihan hidup saya sekarang, apalagi mengingat saat pertama kali merantau.

Kala itu, saya merasa aneh karena setiap aspek yang saya punya sebelumnya terasa sangat berbeda seperti bahasa, makanan, budaya, orang-orangnya, dan bahkan bagaimana ritme kehidupan berjalan. Ya semuanya terasa campur aduk, tapi di situlah saya belajar...

Dunia Ini Terlalu Besar untuk Tidak Saya Jelajahi dan Melihat Sisi yang Baru...

Merantau membuat saya sadar kalau merasa hilang arah bukan akhir dari segalanya, tapi justru menjadi awal dari perjalanan dan pembelajaran hidup, atau mencari kekuatan dalam diri saya sendiri yang belum saya temukan sebelumnya.

Meskipun pada awalnya saya harus memulai dari nol, tapi setidaknya saya belajar bahwa dari situlah saya ditempa, dibentuk, dan akhirnya, jadi versi diri yang lebih kuat dan lebih tahu siapa diri saya sebenarnya...

"Hidup Ini Bukan Milik Kita Sepenuhnya"

Kenapa? Jelas saja, kita bisa bikin rencana serinci mungkin, set goals, bikin timeline, susun strategi, bahkan detailin tiap langkah. Tapi pada akhirnya? Tetap saja.

Jalan paling baik dan terbaik itu datangnya dari Allah.

Saya sadar kalau saya tidak akan sampai di titik pemikiran ini kalau tidak pernah merasakan jatuh dulu, gagal dulu. Kalau saya memaksa terus jalan dengan cara pandang dan jalan yang saya pikir paling benar, bisa-bisa saya akan tersesat dan tidak berkembang...

Jadi ya, merantau mengajarkan saya untuk plan, but surrender...

Berusaha dengan sungguh-sungguh, tapi juga percaya itu harus dua kali lipat dari usahanya!

Apakah Saya Akan Pulang?

Dulu "pulang" adalah pulang ke Makassar, tapi sekarang semuanya sudah berubah. Bukan lagi tentang tempatnya tapi orang-orangnya, di mana suami dan anak-anakku berada.

Selama ada mereka, di situlah hati saya tenang, jadi meskipun saya sekarang tinggal jauh dari kampung halaman, saya tidak merasa tersesat lagi...

Kembali ke Makassar hanya untuk berkunjung dan menunjukkan anak-anak saya setiap cerita bagaimana saya tumbuh besar dan membuat mereka merasakan kenikmatan makanan Makassar yang selalu saya ceritakan kepada mereka...

Selain Itu, Jika Berkesempatan Pulang ke Makassar

Saya ingin membangun pusat bimbingan belajar saya sendiri!

Saya ingin mengajarkan tentang "Singapore Math", bukan hanya tentang angka tapi supaya anak-anak bisa melihat bahwa belajar tidak harus menakutkan, apalagi Matematika...

Karena yang terpenting bukan hanya untuk tahu jawabannya, tapi cara-cara berpikir yang sangat penting dalam kehidupan kita.

Jadi saya ingin anak-anak di Makassar merasakan serunya berpikir kritis dan mencari solusi dengan cara mereka sendiri, tidak sekadar menghafal dan menghafal...

"Everyone can teach, even a robot. But teaching kids how to learn? That takes heart. That takes a human."

Teruntuk Teman-teman Perantau...

Merantau adalah kesempatan yang tidak boleh kamu sia-siakan. Bersabarlah dan lihat setiap tantangan yang ada sebagai bagian dari perkembanganmu. Ingat bahwa dirimu adalah dengan siapa kamu berelasi, jadi bijaklah dalam memilih lingkungan dan tempatmu berada selama di perantauan...

Selama kamu tetap berjalan di jalan yang benar, artinya kamu melakukan yang tepat.

Ini adalah seri kedua dari #MakassarMerantau di @supet.id

📸

Lihat versi carousel di Instagram

Konten ini pertama kali tayang di @supet.id — follow untuk konten lokal Makassar setiap minggu.

Lihat di Instagram →