🚐 Beli Merch
🚐
#KenapaMakassar

Lebih Tenang di Makassar

✍️ Redaksi Supet
📅 9 Oktober 2024
⏱️ 1 menit baca
Foto: @supet.id

Setiap orang punya alasan untuk memilih Makassar sebagai tempat berlabuh. Dirom, penjual es dawet asal Jawa Tengah, menemukan ketenangan di kota ini sejak 2017.

"Ke Makassar pertama kali tahun 2017 karena diajak bos yang sekarang."

Di sini, ia meracik cendolnya sendiri dan melayani pelanggan dari pagi hingga malam, terutama mahasiswa yang haus di jalanan. Cendolnya bikin sendiri, sisanya dimodali.

"Mangkal di sini (depan Guardian, Alauddin Makassar) bukan dari sore, tapi dari pagi sampai Maghrib saya di sini. Lumayan rame, banyak mahasiswa, kadang orang mampir juga karena haus. Dari sini saya dapat 25% jatah saya."

Makassar enak sih, nyaman, tenang!

"Saya rasa saya lebih tenang di Makassar, sudah punya teman juga di sini walau keluarga masih di kampung, Jawa Tengah. Tapi saya juga selalu dapat izin sekali setahun untuk pulang kampung, begitu perjanjiannya dengan bos."

Meski keluarganya masih di kampung halaman, ia merasa nyaman di Makassar dan menjadikannya kesempatan untuk berjuang.

"Bagi saya Makassar ini kesempatan, jadi harus saya manfaatkan."

Apakah akan tinggal selamanya atau berkeluarga di Makassar sih belum tahu. Mungkin nanti bakal balik juga tinggal di Jawa Tengah lagi. Tapi untuk sekarang, Makassar ini kesempatan untuk saya.

Makassar bukan hanya tempat mencari nafkah, tapi juga ruang untuk bertumbuh dan menemukan kedamaian, walau rindu kampung halaman selalu menyertai. Baginya, Makassar adalah peluang yang harus dimanfaatkan.

Kenapa Makassar? Karena di sini, ada cerita tentang harapan dan kerja keras, tentang mereka yang memilih bertahan dan berjuang.

Pertama tayang di Instagram @kenapa.makassar. Teks dirapikan untuk web dengan bantuan AI dan ditinjau sebelum tayang.

📸

Lihat versi carousel di Instagram

Konten ini pertama kali tayang di @kenapa.makassar — follow untuk konten lokal Makassar setiap minggu.

Lihat di Instagram →