Kuliner tradisional Laha Bete dari Kabupaten Sinjai tampil di ajang Rock in Celebes The Culture di Benteng Rotterdam, Makassar, Sabtu (31/10/2026). Sinjai menjadi penampil pertama di panggung tersebut.
Laha Bete diperkenalkan kepada pengunjung lewat demonstrasi langsung, dari proses pembuatan sampai penyajian.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Sinjai, H. Andi Mandasini Saleh, mengatakan keikutsertaan ini menjadi kesempatan memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada khalayak yang lebih luas.
“Kami hadir bersama Ibu Risda dan Ibu Yani untuk mempraktikkan sekaligus mendemonstrasikan proses pembuatan Laha Bete, kemudian menyajikannya kepada para pengunjung,” kata H. Andi Mandasini Saleh, Kepala Disparbud Sinjai.
Ruang khusus warisan budaya
Rock in Celebes adalah salah satu festival musik terbesar di kawasan Indonesia Timur yang berpusat di Makassar. Pada penyelenggaraan tahun ini, festival tersebut menghadirkan ruang khusus bertajuk The Culture untuk menampilkan sejumlah Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari Sulawesi Selatan.
Menurut Andi Mandasini, tidak semua WBTB dari kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan bisa tampil di sana. Setiap warisan budaya harus lebih dulu melewati kurasi oleh kurator nonmusik Rock in Celebes, yang menentukan warisan budaya mana yang layak naik ke panggung The Culture.
Laha Bete merupakan salah satu WBTB dari Kabupaten Sinjai. Kehadirannya di festival ini diharapkan memperkenalkan identitas kuliner tradisional Sinjai kepada masyarakat yang lebih luas dan memperkuat promosi budaya daerah di tingkat regional.
Lewat demonstrasi langsung, pengunjung dapat melihat proses pembuatan Laha Bete, yang merupakan bagian dari tradisi kuliner yang diwariskan di tengah masyarakat Sinjai.
Sumber
Artikel ini disusun redaksi Supet dengan bantuan AI dari sumber yang dicantumkan, lalu ditinjau sebelum tayang. Menemukan kesalahan? Kabari kami.