Warga Kampung Bone, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengalami krisis air bersih sejak Juli 2026. Sebagian warga terpaksa menumpang mandi di rumah kerabat di kampung tetangga karena sumber air mengering.
Gayus, warga Kampung Bone, mengatakan masalah ini awalnya hanya mengganggu aktivitas mencuci pakaian. Pasokan air di rumahnya kemudian menurun drastis hingga tidak cukup lagi untuk mandi.
"Setiap hari saya harus numpang mandi di rumah kerabat di kampung sebelah, sudah sejak bulan Juli lalu saya terus begitu," kata Gayus, Selasa (6/10/2026).
Air dari kerabat atau sumber terdekat ia simpan dalam jeriken. Air itu hanya dipakai untuk kebutuhan mendesak, yakni minum dan memasak. Gayus mengaku tidak membeli air karena tidak punya cukup uang.
Satu mata air untuk tiga kampung
Warga Kambisa bernama Into mengatakan hanya satu pipa yang masih mengalirkan air secara konsisten. Pipa itu terhubung langsung ke mata air utama. Mata air tersebut dipakai warga tiga kampung sekaligus: Kambisa, Bone, dan Kalimbuang.
Warga yang mampu membeli air tandon. Menurut Into, harganya kini Rp150.000 per tandon, naik dari sebelumnya Rp120.000.
Into menyebut kemarau tahun ini lebih parah daripada kemarau ekstrem sekitar 1997. Ia mengatakan saat itu sungai dan sumur masih menyisakan sedikit air. Di rumahnya tinggal sekitar 10 orang, dan ia juga memelihara lima ekor babi.
Tanggapan PDAM
Direktur Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Buisun Kabupaten Tana Toraja, Ekawanto Saba, menyatakan tarif air perpipaan PDAM jauh lebih murah daripada air eceran dari tangki atau tandon. Menurutnya, tarifnya Rp2.000 per 1.000 liter, dan pelanggan baru membayar per kubik untuk pemakaian di atas 10 kubik.
Ekawanto juga membandingkan tarif itu dengan PDAM Kabupaten Toraja Utara, yang menurutnya sekitar Rp4.000 sampai Rp6.000 per kubik. Ia menyebut perbedaan tarif tersebut sebagai salah satu kendala PDAM Tana Toraja.
Sumber
- KOMPAS.com — Krisis Air Bersih di Tana Toraja, Warga Numpang Mandi ke Kampung Sebelah
- VISI.NEWS — Krisis Air Bersih Melanda Tana Toraja, Warga Beli Air Rp150 Ribu
Artikel ini disusun redaksi Supet dengan bantuan AI dari sumber yang dicantumkan, lalu ditinjau sebelum tayang. Menemukan kesalahan? Kabari kami.