🚐 Beli Merch
🚐
Lokal Vibes

Kisah Meong Palo Karellae

✍️ Redaksi Supet
📅 19 November 2024
⏱️ 3 menit baca
Foto: @supet.id

Siapa yang masa kecilnya sering dapat cerita-cerita dongeng? Entah timun emas, Malin Kundang, atau yang lainnya? Atau justru sekarang sering mendongeng ke anaknya?

Nah, di Sulawesi Selatan juga ada cerita rakyat penuh pesan moral yang cocok untuk jadi dongeng anak, yaitu Meong Palo Karellae. Cerita rakyat ini tidak kalah menarik dan penuh pesan baik.

Meong Palo Karellae adalah kucing belang tiga jantan, sangat langka karena kelainan kromosom. Dalam budaya Bugis, ia dipercaya sebagai pengawal setia Dewi Padi, Sangiang Serri.

Meong Palo Karellae awalnya hidup damai bersama tuannya yang sabar, bijaksana, dan berbudi luhur di Tempe (sekarang Wajo). Ia diperlakukan penuh kasih, makan cukup, rumah nyaman, dan tanpa penderitaan.

Namun, semuanya berubah ketika ia berpindah tuan lalu dibawa ke Soppeng, lalu ke Bulu, dan hingga akhirnya menetap di Lamuru.

Suatu hari, Meong Palo Karellae mengambil seekor ikan besar dari tuannya yang baru pulang dari pasar. Amarah tuannya memuncak, dan ia memukul kepala sang kucing dengan gagang parang.

Meong Palo Karellae menjerit kesakitan, pandangannya berkunang-kunang, lalu berlari terbirit-birit. Ia melarikan diri ke Enrekang hingga Maiwa, namun penderitaan terus mengikutinya, sama seperti yang ia alami di Lamuru.

Di sebuah rumah, Meong Palo Karellae yang kelaparan memakan sisa nasi dan tulang ikan. Namun, pemilik rumah malah melemparnya dengan sakkeang (papan alas untuk membersihkan ikan).

Terluka dan ketakutan, ia berlari menuju rakkeang (lumbung padi), tempat Dewi Padi, Sangiang Serri, bersemayam. Mendengar keributan, Sangiang Serri terbangun. Melihat perlakuan kejam terhadap Meong Palo Karellae, Sang Dewi murka.

Ia memutuskan pergi meninggalkan tempat itu bersama sang kucing, namun di mana pun mereka mencari, tak ada tempat yang memberikan rasa nyaman.

Sangiang Serri akhirnya kembali ke langit, diiringi kilat dan halilintar, untuk mengadu kepada ayahnya, Batara Guru, tentang perilaku manusia di bumi. Batara Guru menasihatinya dan memintanya kembali ke dunia. Dengan berat hati, Sangiang Serri turun ke Barru di tengah malam buta.

Di sana, ia disambut dengan penghormatan adat oleh Pabbicara dan masyarakat Barru. Sambutan yang hangat membuatnya memutuskan untuk menetap, dengan syarat masyarakat menerima dan mengamalkan amanah dari Batara Guru. Amanah tersebut menjadi pedoman hidup mereka.

Amanah yang dimaksud meliputi:

  • Jangan bertengkar pada saat menjelang malam atau pagi, begitu pula pada saat tujuh malam, utamanya malam Jumat.
  • Nyalakanlah pelita pada saat menjelang malam, dan menyalakan api di dapur pada waktu malam.
  • Usahakan periuk dan tempat air minum senantiasa terisi pada waktu malam.
  • Usahakan pula tempat beras senantiasa berisi, dan jangan sampai kosong.
  • Jika mengambil nasi jangan sampai terhambur, jangan pula berbicara pada waktu makan.
  • Jangan melakukan perbuatan curang dan mengambil barang-barang yang bukan milikmu.
  • Jangan makan secara diam-diam di dapur, jangan pula makan makanan yang tidak halal.
  • Bilamana akan menabur benih, duduklah tafakkur menghadap pelita seraya menantikan petunjuk dari lubuk hatimu.
  • Batasi pembicaraanmu, tingkah lakumu, keinginan, dan nafsumu.
  • Batasi pula matamu dari sesuatu yang jelek atau buruk.
  • Bilamana padi sudah tua atau masak, panenlah seikat demi seikat agar tidak terhambur, dan simpanlah di lumbung, dan usahakan jangan ditempatkan bersama buah-buahan yang dapat busuk karena bisa merusak padi.

Cerita Meong Palo Karellae bisa jadi jembatan untuk mengajarkan pesan kasih bukan hanya kepada manusia, tapi juga untuk sesama makhluk hidup.

Lurang Supet ada yang tahu ceritanya? Atau mau ikut berbagi cerita rakyat daerahnya? Komenki’ di bawah.

Pertama tayang di Instagram @supet.id. Teks dirapikan untuk web dengan bantuan AI dan ditinjau sebelum tayang.

📸

Lihat versi carousel di Instagram

Konten ini pertama kali tayang di @supet.id — follow untuk konten lokal Makassar setiap minggu.

Lihat di Instagram →