Coba lihat tiket pesawatmu ke Makassar. Kodenya UPG. Tidak ada huruf M, K, atau S di sana. Kenapa bisa begitu?
Jawabannya ada di nama lama kota ini. UPG adalah singkatan Ujung Pandang, nama yang dipakai Makassar selama puluhan tahun. Kode itu dipakai untuk Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Jadi, UPG bukan singkatan dari nama bandara, melainkan dari nama kota yang dulu dilayaninya.
Siapa yang memberi kode tiga huruf itu
Kode di tiket pesawat ditetapkan oleh International Air Transport Association (IATA). Ada pula kode empat huruf dari International Civil Aviation Organization (ICAO), lembaga di bawah PBB. Kode ICAO biasanya dipakai pengatur lalu lintas udara dan maskapai untuk menyusun rencana penerbangan.
Bandara Sultan Hasanuddin punya keduanya: UPG untuk IATA dan WAAA untuk ICAO. Kode IATA kadang sama dengan tiga huruf terakhir kode ICAO, tetapi tidak selalu. Makassar termasuk yang berbeda.
Aturan IATA cukup sederhana. Kode harus unik dan belum dipakai pihak lain. Biasanya kode diambil dari nama bandara, nama kota, atau penanda yang relevan, selama belum terpakai.
Dari Makassar ke Ujung Pandang, lalu kembali
Pada 1971, ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan ini berganti nama menjadi Ujung Pandang. Menjelang akhir 1999, nama Makassar kembali dipakai.
Nama kotanya sudah kembali ke Makassar, tetapi di tiket pesawat tiga huruf itu tetap UPG.
Bandara yang pernah berganti-ganti nama
Nama bandaranya sendiri juga berubah beberapa kali. Dibangun pemerintah kolonial Belanda dan dibuka pada 27 September 1937, bandara ini mulanya bernama Lapangan Terbang Kadieng.
Pada masa pendudukan Jepang, namanya menjadi Lapangan Terbang Mandai. Pada 1955 statusnya berubah menjadi Pelabuhan Udara Mandai. Nama Sultan Hasanuddin mulai dipakai pada 1980. Pada 1985 namanya menjadi Bandar Udara Sultan Hasanuddin, dan sejak 1994 statusnya resmi internasional.
Kode UPG mengikuti nama kota, bukan nama bandara.
Fakta unik di balik tiga huruf
- Kode bandara bermula pada 1930-an dengan dua huruf. Saat jumlah bandara bertambah pada 1940-an, kode diperluas menjadi tiga huruf. IATA mengambil alih prosesnya pada 1960-an.
- Kode ICAO bandara di Indonesia umumnya diawali huruf W. Contohnya WARR untuk Bandara Internasional Juanda di Surabaya dan WAAA untuk Makassar.
- Contoh lain kode yang berasal dari nama kota ada di Yogyakarta. Bandara Adisutjipto berkode JOG, sesuai nama kota Yogyakarta.
- Bandara Sultan Hasanuddin terletak di perbatasan Makassar dan Kabupaten Maros, sekitar 20 kilometer dari pusat kota lewat jalan tol.
- Nama Sultan Hasanuddin merujuk pada Sultan Gowa yang melawan Perusahaan Hindia Timur Belanda pada 1660-an.
Jadi, lain kali kamu melihat UPG di boarding pass atau layar jadwal keberangkatan, itulah jejak nama Ujung Pandang yang masih tercetak di tiket.
Sumber
- KOMPAS.com — Rahasia 3 Huruf di Tiket Pesawat, Mengapa Setiap Bandara Punya Kode Unik?
- Terminal Mojok — 6 Hal Terkait Makassar yang Kerap Disalahpahami
- id.wikipedia.org — Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
- translate.google.com — Sultan Hasanuddin International Airport - Wikipedia
- en.wikipedia.org — Sultan Hasanuddin International Airport - Wikipedia
Artikel ini disusun redaksi Supet dengan bantuan AI dari sumber yang dicantumkan, lalu ditinjau sebelum tayang. Menemukan kesalahan? Kabari kami.