🚐 Beli Merch
🚐
Berita Terkini

Kebakaran di Gunung Latimojong Enrekang Memasuki Hari Ketujuh, Jalur Pendakian Ditutup

✍️ Redaksi Supet
📅 19 Oktober 2026
📍 Sulawesi Selatan
⏱️ 1 menit baca

Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Latimojong, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel), memasuki hari ketujuh pada Minggu (18/10/2026). Api belum padam dan menurut pemandu pendakian terus meluas. Jalur pendakian gunung itu masih ditutup.

Pemandu pendakian Gunung Latimojong, Sunardi, mengatakan api kembali terlihat di jalur merah via Dusun Angin-angin pada Minggu (11/10). Sejak itu api menyebar ke kiri dan kanan jalur, lalu merambat hingga pos 4, 5, dan 6.

"Asap yang tebal terlihat membumbung naik di lokasi ini," kata Sunardi.

Menurut Sunardi, titik terparah saat ini berada di pos 5 jalur merah via Dusun Angin-angin.

Jalur ditutup sejak Agustus

Sunardi menyebut jalur pendakian ditutup pada akhir Agustus, setelah kebakaran pertama di puncak Pentialloan (2.650 mdpl) di jalur Angin-angin. Ia mengatakan warga setempat menolak pembukaan jalur karena beberapa titik pernah terbakar dan hutan sangat kering.

Camat Buntu Batu, Jasmin, membenarkan penutupan tersebut. Ia mengatakan penutupan berlaku sementara tanpa batas waktu yang ditentukan. Menurut dia, penutupan disarankan pada 18 Agustus karena kebakaran sudah beberapa kali terjadi. Pada tanggal itu, kata Jasmin, kebakaran terjadi di pos 3.

Jasmin menyebut jalur tidak akan dibuka selama musim hujan belum tiba. "Karena rawan sekali kalau jalur dibuka selama masih kemarau," ujarnya. Ia menambahkan, hingga kini jalur belum dibuka dan pihaknya masih melihat perkembangan situasi.

Keterangan Sunardi dan Jasmin berbeda soal lokasi kebakaran pada 18 Agustus. Sunardi menyebut puncak Pentialloan, sedangkan Jasmin menyebut pos 3.

Kebakaran 18 Agustus

Sebelumnya, kebakaran terjadi di kawasan Gunung Latimojong, tepatnya di Buntu Bela, Dusun Karuaja, Desa Latimojong, Kecamatan Buntu Batu, pada Selasa (18/8) sekitar pukul 11.00 Wita. Lokasi kebakaran itu berjarak sekitar 10 kilometer dari permukiman warga.

Sumber

Artikel ini disusun redaksi Supet dengan bantuan AI dari sumber yang dicantumkan, lalu ditinjau sebelum tayang. Menemukan kesalahan? Kabari kami.