🚐 Beli Merch
🚐
Lokal Vibes

Istilah-istilah Jadi Beda di Makassar (Bagian Tiga)

✍️ Redaksi Supet
📅 9 Juni 2026
⏱️ 1 menit baca
Foto: @supet.id

Jadi kalo, "Kaget gw. Jahat banget tu orang. Udah genit, cerewet pula." Bagemana translate na?

Di Makassar, kita tidak bilang "Cerewet banget ih" tapi kita bilang "Capila na bawa nu".

Di Makassar, kita tidak bilang "Jahat banget tu orang" tapi kita bilang "Kodi sipa' na anjo".

Di Makassar, kita tidak bilang "Kaget" tapi kita bilang "Ta'bangka ku".

Di Makassar, kita tidak bilang "Khawatir" tapi kita bilang "Ta'baring-baring".

Di Makassar, kita tidak bilang "Katanya" tapi kita bilang "Bede".

Di Makassar, kita tidak bilang "Cuaca panas" tapi kita bilang "Bambang allo".

Di Makassar, kita tidak bilang "Tukang cepu" tapi kita bilang "Pajamma'".

Di Makassar, kita tidak bilang "Ih dasar plenger" tapi kita bilang "Oba'-oba' ko kau".

Di Makassar, kita tidak bilang "Kedat-kedut" tapi kita bilang "Miki'-miki'".

Di Makassar, kita tidak bilang "Motornya mogok pak? Sini saya bantu stut" tapi kita bilang "Mau ki' ditonda?"

Di Makassar, kita tidak bilang "Amit-amit" tapi kita bilang "Buagang".

Di Makassar, kita tidak bilang "Saya minta maaf" tapi kita bilang "Pammoporanga kodong".

Di Makassar, kita tidak bilang "Genit" tapi kita bilang "Lale".

Di Makassar, kita tidak bilang "Kannn, udah aku bilang dia tuh gak baik" tapi kita bilang "Ku kana memang ja".

Banyak tong anak-anak sekarang bilang "usu". Apa itu artinya iya?

Pertama tayang di Instagram @supet.id. Teks dirapikan untuk web dengan bantuan AI dan ditinjau sebelum tayang.

📸

Lihat versi carousel di Instagram

Konten ini pertama kali tayang di @supet.id — follow untuk konten lokal Makassar setiap minggu.

Lihat di Instagram →