Harga cabai rawit dan jeruk nipis di Makassar, Sulawesi Selatan, naik tajam. Cabai rawit tangkai mencapai Rp 90.000 per kilogram di pasar tradisional berdasarkan pantauan Kompas.com pada Jumat (9/10/2026). Kenaikan ini dikeluhkan pedagang coto, pallubasa, dan bakso.
Rincian harga di pasar
Berikut harga sejumlah komoditas hasil pantauan di pasar tradisional:
- Cabai rawit merah segar: Rp 80.000 per kg
- Cabai rawit petik tangkai: Rp 90.000 per kg
- Cabai rawit kualitas rendah atau layu: Rp 55.000–Rp 68.000 per kg
- Cabai merah besar: Rp 45.000–Rp 50.000 per kg
- Cabai keriting: Rp 35.000–Rp 45.000 per kg
- Jeruk nipis: Rp 20.000 per kg
- Bawang merah dan bawang putih: Rp 25.000–Rp 45.000 per kg, tergantung kualitas
- Labu siam: Rp 5.000 per buah, sebelumnya Rp 5.000 per tiga buah
Pasokan terganggu cuaca
Kenaikan harga di tingkat pedagang pasar dipicu terganggunya pasokan dari daerah penghasil akibat cuaca ekstrem. Nurul (18), pedagang sayuran di Pasar Terong Makassar, mengatakan modal pembelian dari petani sudah naik sejak beberapa hari terakhir.
"Cabai dan jeruk mahal bukan karena stok kosong di pasar, tetapi info dari petaninya karena faktor cuaca buruk yang mengganggu panen. Cabai rawit yang paling tinggi kenaikannya," kata Nurul, pedagang sayuran di Pasar Terong.
Pedagang kuliner menahan harga
Abidin (53), pedagang Coto Parakatte, menyebut harga jeruk nipis kini Rp 25.000 per kilogram. Sebelumnya harganya hanya Rp 5.000 sampai Rp 6.000. Menurut dia, cuka bisa dipakai sebagai pengganti, tetapi rasanya berbeda dan bukan lagi ciri khas coto.
"Harga coto tidak dinaikkan karena takut dibilang mahal, nanti pelanggan lari," tutur Abidin, pedagang Coto Parakatte.
Lili (41), pedagang bakso di Makassar, juga menghadapi kenaikan harga bahan baku secara bersamaan. Selain jeruk dan cabai, harga ayam, daging, kanji, minyak, dan telur disebut ikut naik.
Lili tidak menaikkan harga jual. Ia memperkecil ukuran bakso dan memilih telur berukuran lebih kecil. Ia sempat menyediakan cuka sebagai pengganti jeruk nipis, tetapi menurutnya kurang disukai pembeli.
Sumber
Artikel ini disusun redaksi Supet dengan bantuan AI dari sumber yang dicantumkan, lalu ditinjau sebelum tayang. Menemukan kesalahan? Kabari kami.