🚐 Beli Merch
🚐
Berita Terkini

Guru SMAN 2 Makassar Diduga Lecehkan Siswi Secara Verbal, Dibebastugaskan

✍️ Redaksi Supet
📅 17 Oktober 2026
📍 Sulawesi Selatan
⏱️ 2 menit baca

Seorang guru di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), diduga melakukan pelecehan verbal terhadap siswinya. Pihak sekolah membebastugaskan guru itu dari seluruh kegiatan sekolah sejak Jumat (16/10/2026).

Kepala SMAN 2 Makassar, Syafruddin, menyatakan hasil pemeriksaan internal menunjukkan perkara ini tidak masuk ranah pencabulan. Menurut dia, kasus tersebut masuk kategori pelecehan verbal.

"Masuk kategori pelecehan verbal, pengakuan guru yang bersangkutan dia bercanda, tapi bercanda yang tidak wajar."

Kalimat itu disampaikan Syafruddin kepada wartawan. Kasus ini ramai di media sosial setelah video siswa berkerumun di halaman sekolah beredar. Dalam video itu, siswa berseragam pramuka terlihat merekam suasana sekolah.

Sanksi dan penanganan

Sekolah menghentikan kegiatan mengajar guru tersebut. Tugas tambahannya sebagai staf kesiswaan dan pembina Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) juga dicabut. Guru itu sebelumnya wali kelas XII (6), dan kelas tersebut kini dipegang guru lain.

Syafruddin mengatakan penanganan kasus telah dilimpahkan ke Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi atau asumsi yang belum terverifikasi.

Kepala Disdik Sulsel, Iqbal Nadjamuddin, meminta guru itu diskors dari kegiatan mengajar. Menurut dia, pemeriksaan khusus akan dilakukan Inspektorat Sulsel.

"Sekarang ini saya minta guru itu diskors dulu mengajar untuk dilakukan pemeriksaan khusus di Inspektorat."

Perbedaan keterangan soal waktu kejadian

Keterangan soal waktu kejadian berbeda antarsumber. Dalam wawancara dengan detikSulsel, Syafruddin menyebut dugaan pelecehan terjadi pada Februari 2026, seusai latihan renang. Saat itu sejumlah siswi mengantre di depan kamar ganti. Guru olahraga tersebut diduga mengatakan akan ikut masuk ke kamar ganti.

Menurut Syafruddin, korban sebenarnya sudah melapor saat itu. Laporan tersebut berhenti di wali kelas, yang memilih menyelesaikannya secara kekeluargaan, dan tidak sampai ke kepala sekolah. Ia mengaku sedang umrah pada masa itu.

Sementara itu, menurut laporan Kompas.com, Syafruddin menyebut peristiwa terjadi pada pekan lalu. Sekolah disebut baru menerima laporan resmi pada Jumat (16/10/2026).

Pemicu mencuatnya kasus

Menurut Syafruddin, kasus ini kembali mencuat setelah guru tersebut menegur siswa yang berpacaran di sekolah saat lomba basket pada akhir September. Ia menilai niat guru itu baik, tetapi cara penyampaiannya tidak layak. Siswa yang ditegur tidak terima dan mengadu ke orang tuanya. Orang tua itu lalu datang ke sekolah pada 8 Oktober.

Sehari sebelum pernyataan resmi, yakni Kamis, sejumlah siswa berkumpul di depan ruang kepala sekolah. Mereka meminta guru itu diganti. Syafruddin mengatakan para siswa sudah berkonsolidasi malam sebelumnya.

Ia kemudian menerima perwakilan 24 siswa, termasuk pengurus OSIS dan siswi yang merasa dilecehkan. Setelah pertemuan itu, ia mengumumkan guru tersebut dibebastugaskan sebagai wali kelas. Menurut Syafruddin, pengumuman dilakukan lewat pengeras suara saat jam istirahat kedua. Ia menyebut kegiatan itu bukan demonstrasi.

Sumber

Artikel ini disusun redaksi Supet dengan bantuan AI dari sumber yang dicantumkan, lalu ditinjau sebelum tayang. Menemukan kesalahan? Kabari kami.