🚐 Beli Merch
🚐
#MakassarMerantau

Fotografi Membawaku ke Jalan Mimpiku - Reza Daud

✍️ Tim Supet
📅 13 April 2026
📍 Jakarta
⏱️ 2 menit baca

Memotret Mimpi

“Alasan utama saya untuk merantau karena mau berkarya di industri fotografi Jakarta dan belajar banyak di Jakarta soal fotografi, khususnya fokus di fotografi iklan.

Ketika pertama kali datang ke Jakarta untuk mengejar karir ini, ada tantangan tersendiri ketika saya harus memperkenalkan diri ke client atau agency kalau saya seorang Freelance Photographer. Belum lagi saat saya masih harus menghadiri kelas fotografi pagi di Jakarta karena harus bolak-balik Kost-Cipete, ditambah kerjaan juga masih sepi.

Meskipun demikian, long story short I survived dan sampai sekarang saya masih bekerja sebagai Freelance Photographer dan terus berkembang.”

Melangkah Meninggalkan Makassar

“Meninggalkan Makassar dan tidak lagi tinggal di tempat itu karena harus mengejar impian rasanya sangat berat. Kalau ada apa-apa harus bisa berusaha sendiri dan pastinya berkeluh kesah sendiri…
“Tapi merantau tidak seburuk itu…

Walaupun kata “berusaha sendiri” itu sudah jadi tantangan yang sangat besar terutama saat sakit harus kuat mengurus diri sendiri, nyatanya merantau bisa merubah cara pandang dan itu nyata.

Di sini mau tidak mau harus keluar dari zona nyaman dan berani untuk menerima setiap sudut pandang baru, berinteraksi dengan orang-orang yang berbeda latar belakang, dan yang paling saya sorot adalah kalau di perantauan itu kita tidak harus selalu mengandalkan diri sendiri…”

Mengingat Setiap Kenangan Makassar

“Kalau bahas Makassar lagi, pasti ada rasa rindu terutama ke momen-momen pas masih bisa berkumpul dengan keluarga dan teman dengan lebih sering dan mudah. But yaa, cara ku terhubung dengan mereka itu masih sering chat-an dan telfonan dengan mereka.”

“Selain momen bersama keluarga dan teman, pasti mi rindu juga sama setiap santapannya.

Personally saya rindu sekali dengan Kopi Dottoro Tinumbu, Palbas Serigala, sama Sop Saudara jalan Irian. Selain itu ada juga Jalangkote sama Baksonya Citor yang depan makam Diponegoro.”

Kembali Memotret Kehidupan di Makassar?

“Sejujurnya saya selalu terpikirkan untuk pulang dan kembali menetap di Makassar, terutama karena bagi saya pulang itu ketika akhirnya saya bisa kembali berkumpul dengan keluarga, nongkrong kembali dengan anak labobart sambil cerita ngayal dan juga kembali bisa menikmati makanan Makassar dengan mudah. Hanya saja, saya masih sering sekali terpikirkan tentang apa yang harus saya kerjakan ketika saya menetap kembali di Makassar.

Tapi jika ada peluang dan kesempatan untuk kembali ke Makassar, saya sangat ingin membuka ruang diskusi agar saya bisa membagikan ilmu tentang industri fotografi yang saya dapatkan di Jakarta, dan kemudian membuka jalan agar industri fotografi di Makassar pun bisa ikut berkembang dengan pesat sesuai dengan visinya sendiri.”

Pesan Untukmu Ketika Merantau

“Jangan takut kehilangan diri. Justru di perantauan kamu akan menemukan versi terbaik dari dirimu. Bawa pantang menyerah dari orang Bugis-Makassar, tapi tambahkan fleksibilitas. Ingat saja selalu kalau merantau bukan lari dari akar, tapi memperpanjang cabang. Dan juga jangan pernah malu bertanya karena orang Makassar itu terkenal ramah, maka jadilah penerus itu di mana pun kamu berada.”

Slide 9:

Untuk Makassar…

Terima kasih sudah menjadi support sistem buat saya. Setiap pencapaian saya di sini, ada bagian kalian di dalamnya. Jangan lihat perantau sebagai yang "pergi", tapi sebagai resep yang kami masak dengan kangen, dan setiap doa.

Tetap jaga kehangatan itu, itu yang selalu kami rindukan.

📸

Lihat versi carousel di Instagram

Konten ini pertama kali tayang di @supet.id — follow untuk konten lokal Makassar setiap minggu.

Lihat di Instagram →