Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengimbau warga mewaspadai influenza dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) seiring memburuknya kualitas udara. Warga diminta memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sulsel, Muhammad Yusri, menyampaikan hal itu pada Sabtu (10/10/2026). Menurut dia, influenza dan gangguan pernapasan merupakan penyakit yang berpotensi muncul akibat kualitas udara yang buruk.
Pemerintah Provinsi Sulsel sebelumnya telah menerbitkan edaran bernomor 100.3.4/13819/Dinkes pada 7 Oktober. Edaran itu keluar setelah konsentrasi partikel halus PM2.5 meningkat dan kualitas udara berubah dari kategori sedang menjadi tidak sehat.
Imbauan untuk warga
Yusri meminta masyarakat memakai masker saat beraktivitas di luar rumah maupun berada di keramaian, terutama ketika kualitas udara buruk.
Dinkes juga meminta warga melakukan langkah berikut:
- menjaga kebersihan tangan;
- menerapkan etika batuk dan bersin;
- mengonsumsi makanan bergizi seimbang;
- minum air yang cukup dan beristirahat dengan baik;
- membatasi paparan polusi udara bila tidak ada keperluan mendesak di luar rumah.
Warga yang mengalami keluhan gangguan pernapasan atau kondisi kesehatan yang memburuk diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
"Jika mengalami keluhan gangguan pernapasan atau kondisi kesehatan yang memburuk, masyarakat diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan agar mendapatkan penanganan yang tepat," kata Muhammad Yusri, Kabid P2P Dinkes Sulsel.
Prakiraan BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kualitas udara di tiga wilayah di Sulsel masuk kategori tidak sehat. Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Amhar Ulfiana, mengatakan kondisi itu diprakirakan sedang hingga tidak sehat sampai 13 Oktober 2026. Kondisi tersebut perlu diperhatikan terutama pada pagi hingga siang hari.
Menurut Amhar, udara tidak sehat terjadi di hampir seluruh wilayah Sulsel. Penyebabnya adalah asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, Maluku, dan Papua yang menyebar ke daerah lain.
Data Stasiun Klimatologi Maros per 10 Oktober 2026 menunjukkan udara di Makassar, Maros, Gowa, dan sekitarnya masih berkategori tidak sehat. Amhar menyebut kondisi ini dapat berpengaruh pada masyarakat umum, khususnya orang yang sensitif terhadap udara buruk.
Sumber
Foto: detiksulsel (sumber)
Artikel ini disusun redaksi Supet dengan bantuan AI dari sumber yang dicantumkan, lalu ditinjau sebelum tayang. Menemukan kesalahan? Kabari kami.