🚐 Beli Merch
🚐
#KenapaMakassar

Di Makassar Harus Pintar-pintar Berteman, Bukan Pilih-pilih Teman

✍️ Redaksi Supet
📅 2 Juli 2024
⏱️ 2 menit baca
Foto: @supet.id

Berbicara tentang Makassar pasti tidak ada habisnya, terutama untuk yang lahir dan besar di Makassar. Tapi bagaimana dengan yang datang dan akhirnya menetap di Makassar? Mungkin ada banyak cerita yang siap dibagikan. Yang pasti, kalau kita mendengar dan melihat lebih dekat, akan ketemu jawaban sebuah pertanyaan: kenapa Makassar?

Kali ini dari Stanley, penjual kopi keliling yang akrab disapa Elli', asal Manado. Ia akan berbagi cerita tentang #KenapaMakassar.

16 tahun di Makassar sudah tahu kata Nganre, Jappa, Tinro

"16 tahun lalu dipanggil sama tante untuk kerja di rumah makan Manado, tidak ada niat apa-apa, tapi karena dulu tante saya ini sering bantu keluarga saya, saya tanamkan kalau dia butuh saya di Makassar, saya langsung OTW. Nah, 16 tahun lalu saya diminta ke Makassar."

"Sebenarnya ipar yang mulai jualan seperti ini (kopi keliling), tapi saya lihat dia tidak serius, daripada setengah-setengah saya ambil alih.

Saya juga mulai pikir, kalau kerja di rumah makan, jam segini (18.00 WITA) saya masih di dapur, ketemunya orang-orang itu lagi. Di sini saya ketemu banyak orang, jadi punya banyak teman."

"4 tahun saya jualan seperti ini, tidak pernah pindah, cuma nyebrang saja. Kalau siang di situ (depan Rumah Sakit Stella Maris), kalau malam pindah ke sini (pintu masuk Losari no 3).

Di sini banyak yang keluar masuk, kadang juga bapak-bapak rumah sakit itu kalau mau ngerokok kan turun, sekalian ngopi, kadang saya ngobrol sama mereka."

"Di Makassar harus pintar-pintar berteman. Saya sudah punya anak, sudah punya istri, jauh juga dari rumah (Manado), jangan sampai ikut-ikut yang aneh-aneh.

Tapi saya juga tidak bisa pilih-pilih teman. Orang Makassar banyak yang baik. Kalau habis Jumatan saya dikasih nasi box, kadang juga diajak makan di sana. Yang penting harus pintar-pintar berteman, bukan pilih-pilih."

"16 tahun di Makassar, saya sadar di Makassar harus banyak sabar. Tapi kalau kita sabar, pasti dirasakan sendiri, semuanya cukup, semuanya ada di kota ini."

Pertama tayang di Instagram @kenapa.makassar. Teks dirapikan untuk web dengan bantuan AI dan ditinjau sebelum tayang.

📸

Lihat versi carousel di Instagram

Konten ini pertama kali tayang di @kenapa.makassar — follow untuk konten lokal Makassar setiap minggu.

Lihat di Instagram →