🚐 Beli Merch
🚐
Lokal Vibes

Ada Cerita Apa Hari Ini? Tentang Orang yang Pelan-Pelan Berhenti Bercerita

✍️ Redaksi Supet
📅 4 September 2026
⏱️ 3 menit baca
Foto: @supet.id

Ada cerita apa hari ini? Tentang orang yang pelan-pelan berhenti bercerita.

Dulu apa pun pasti dicerita, tidak harus pi ada masalah. Ada orang yang bikin badmood, makanan yang enak dan worth to buy, menyaksikan kejadian lucu selama di perjalanan, bahkan melihat kucing yang lucu pun bisa jadi bahan cerita. Selama sense of storytelling-nya ada, apapun yang terjadi saat itu langsung dicerita.

Sadar ji ki'? Sekarang itu kalau ditanya:

  • "Kenapa ki'?"
  • "Apa ji?"
  • "Bagaimana ji?"

Paling dijawab:

  • "Nda apa-apa ji."
  • "Tidak ji."
  • "Begitu ji."

Padahal sebenarnya tidak sesingkat itu, banyak hal yang bisa diceritakan. Tapi entah kenapa sekarang menurun mi antusiasme ta' untuk bercerita.

Di mana ada kehidupan, di situ pasti ada cerita

Di kantor ada kerjaan yang bikin pusing, di rumah ada masalah yang perlu diselesaikan, di tongkrongan ada kabar bahagia. Kita tidak pernah benar-benar kehabisan cerita. Namun, saat ini tidak semua hal bisa diceritakan seperti dulu.

Bercerita pernah se-nothing to lose itu. Tidak ada yang perlu dipikir panjang, tidak ada proses memilah mana yang aman untuk diceritakan.

Ternyata sekarang, bercerita bisa serumit itu. Kadang belum selesai diceritakan semua langsung ki' dinasehati panjang lebar. Belum itu kalau dibandingkan cerita ta' dengan orang lain atau ceritanya sendiri.

"Tidak mau ja cerita, na bilangi ka nanti lebay"

Belum ki' mulai bercerita, overthinking duluan mi ki'. Akhirnya apa? Ada cerita yang ditunda.

"Nanti pi deh ku cerita, Besok pi ku cerita."

Tapi besok ada kesibukan dan hal lain yang terjadi. Jadi cerita kemarin akan basi dan tidak excited mi ki' untuk bercerita.

Pelan tapi pasti, mulai mi ki' terbiasa menyimpan cerita dan urus semuanya sendiri. Bahkan sebesar apapun masalah yang dihadapi, reaksinya hanya sebatas "Mau mi diapa?" "Berlalu ji itu."

Bukan berarti pasrah dan bodoh amat, tapi kita merasa "cukup" jika menghadapinya sendiri.

Saking terbiasanya menghadapi masalah sendiri, saat benar-benar ingin bercerita, malah bingung ki' mau mulai dari mana. Mau bercerita dari awal, rasanya kepanjangan. Mau to the point, takut ada bagian yang terlewat.

Dulu pasti ada teman ta' yang hampir semua dia tahu. Apa pun yang terjadi pasti langsung diceritakan saat itu juga. Tapi sekarang kita saling tahu kabar hanya dari postingan dan status social media. Bagus ji kalau real time ki na upload.

Bahkan dengan teman yang masih sering nongkrong pun begitu. Masih ketemu kalau ada waktu kosong, masih bercanda satu sama lain. Tapi kita tidak pernah berbagi hal yang sifatnya personal. Secara jarak memang dekat ki, tapi belum tentu sedekat itu untuk berbagi cerita.

Makin dewasa ki' jadi makin pilih-pilih ki' kalau mau bercerita.

Bukan berarti kita tidak percaya lagi dengan siapa pun. Tapi mulai ki' belajar untuk mengklasifikasi mana yang bisa kita bagikan dan siapa yang cocok menjadi tempat kita untuk bercerita.

Nyatanya, butuh ki pendengar yang bisa memberi rasa aman untuk bercerita.

Tidak semua cerita bisa kita simpan sendirian. Karena selama kita masih hidup, kita tidak akan kehabisan cerita.

Cukup 74kg emas mo saja yang disimpan sendiri, tapi kalau cerita boleh lah dibagi.

Pertama tayang di Instagram @supet.id. Teks dirapikan untuk web dengan bantuan AI dan ditinjau sebelum tayang.

📸

Lihat versi carousel di Instagram

Konten ini pertama kali tayang di @supet.id — follow untuk konten lokal Makassar setiap minggu.

Lihat di Instagram →